Kota Bima, 31 Juli 2025 – Dalam upaya mencegah konflik sosial dan memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan pemuda, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bima bekerja sama dengan SMAN 4 Kota Bima menyelenggarakan kegiatan Temu Bina Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa tingkat Kota Bima Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMAN 4 Kota Bima dan diikuti oleh sekitar 60 siswa/siswi serta 10 guru dari SMAN 4 Kota Bima.
Acara resmi dibuka oleh Kepala Kesbangpol Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., S.H., M.Ec.Dev. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pemahaman tentang tantangan dan ancaman bangsa yang harus dihadapi, yakni narkoba, radikalisme, perkelahian, dan disintegrasi bangsa. “Empat tantangan ini menjadi ancaman serius yang harus kita tanggulangi bersama agar keutuhan NKRI tetap terjaga,” ujarnya.
Materi pertama disampaikan oleh Kepala SMAN 4 Kota Bima, Imran, S.Pd., M.M., yang membahas wawasan kebangsaan. Dengan pendekatan interaktif berupa bermain peran, Imran mengilustrasikan proses disintegrasi bangsa. Dalam sesi tersebut, lima siswa diajak maju ke depan dan membentuk lingkaran sambil memegang tangan. Ketika salah satu di antaranya melepaskan tangan, simbol terjadinya disintegrasi bangsa pun diperlihatkan secara langsung. Metode ini efektif untuk menunjukkan bagaimana perpecahan bisa terjadi jika solidaritas dan persatuan tidak dipelihara.
Materi ketiga disampaikan oleh Ustads Iskandar dengan tema “Pelaku Disintegrasi Kembali Menjadi NKRI.” Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya peran serta seluruh elemen bangsa dalam memperkuat persatuan dan kesatuan nasional, serta bagaimana mengatasi paham-paham yang dapat memecah bangsa.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pemuda, pelajar, dan mahasiswa tentang bahaya disintegrasi sosial serta memperkuat tekad mereka untuk menjaga keutuhan NKRI. Melalui kolaborasi antara pihak pemerintah dan kalangan pendidikan, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam menjaga stabilitas dan keutuhan bangsa di masa depan. (IP)
Jadilah yang pertama berkomentar di sini