Ketua Bawaslu Kota Bima Tekankan Pentingnya Pemilih Pemula yang Kritis dan Berintegritas dalam Upacara Bendera SMAN 4 Kota Bima
Kota Bima, 10 Agustus 2026 — Upacara bendera rutin Senin pagi di SMAN 4 Kota Bima pada Senin, 10 Agustus 2026, berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Bawaslu Kota Bima, Atina, S.H., menyampaikan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan politik, peran pemilih pemula, bahaya politik uang, serta netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pelaksanaan upacara kali ini semakin istimewa karena seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih hingga tugas-tugas lainnya, dilaksanakan oleh petugas upacara dari Paskibra SMAN 4 Kota Bima. Para petugas menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab sehingga upacara berlangsung tertib dan lancar.
Dalam amanatnya, Ketua Bawaslu Kota Bima menyampaikan bahwa politik memiliki sebab-akibat yang menyentuh hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi menjadi sangat penting, termasuk kalangan pelajar yang kelak akan menjadi pemilih pemula.
“Kerja sama seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali sangat dibutuhkan untuk mewujudkan proses demokrasi yang sehat,” pesan Atina di hadapan para siswa dan tenaga pendidik SMAN 4 Kota Bima.
Ia mengingatkan bahwa pada Pemilu 2029, sebagian besar siswa yang saat ini duduk di bangku SMA akan memasuki usia sebagai pemilih pemula yang memiliki hak untuk menentukan pilihan politik, termasuk memilih calon presiden maupun calon anggota legislatif.
Menurutnya, para pemilih pemula hendaknya tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan sosok atau popularitas seorang tokoh. Pemilih perlu melihat gagasan, rekam jejak, program, integritas, serta pihak-pihak yang berada di balik seorang kandidat.
“Jangan sampai memilih hanya karena sosoknya. Lihat apa yang dibawa oleh tokoh tersebut, apa gagasannya, bagaimana rekam jejaknya, dan apakah ia mampu membawa perubahan yang lebih baik,” tegasnya.
Ketua Bawaslu juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan politik uang (money politics) yang masih menjadi salah satu tantangan besar dalam penyelenggaraan pemilu. Ia mengingatkan para siswa agar memiliki sikap kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk iming-iming atau pemberian yang bertujuan memengaruhi pilihan politik.
Di era digital, tantangan tersebut semakin kompleks. Berbagai bentuk bujukan politik dapat hadir melalui media sosial, termasuk tawaran bantuan, pemberian uang, maupun janji-janji tertentu kepada calon pemilih. Karena itu, siswa sebagai generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memeriksa kebenaran informasi, berpikir kritis, dan berani menyuarakan sikap yang benar.
Atina juga menggambarkan pemilih pemula sebagai generasi yang memiliki kesempatan besar untuk membangun masa depan demokrasi Indonesia.
“Pelajar adalah pemilih pemula yang masih seperti kertas putih. Dengan pengetahuan dan pemikiran kritis, kalian dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan masa depan politik yang bersih,” ungkapnya.
Selain berbicara mengenai pemilih pemula, Ketua Bawaslu Kota Bima juga mengingatkan pentingnya netralitas ASN dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan. Pesan tersebut secara khusus ditujukan kepada para orang tua siswa serta seluruh ASN di lingkungan SMAN 4 Kota Bima agar senantiasa menjaga profesionalitas dan tidak terlibat dalam politik praktis yang dapat mengganggu netralitas sebagai aparatur negara.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan politik tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta mampu mengambil keputusan politik secara rasional, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Kegiatan upacara ditutup dengan pesan agar seluruh siswa SMAN 4 Kota Bima terus belajar, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta mempersiapkan diri menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, berintegritas, dan berani menolak politik uang.
Melalui kegiatan ini, SMAN 4 Kota Bima tidak hanya melaksanakan rutinitas upacara bendera, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang edukasi untuk menanamkan nilai demokrasi, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. (MD_8_26)
SMAN 4 Kota Bima — Mendidik Generasi, Menjaga Demokrasi, Membangun Masa Depan.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini